Breaking News
|

| Laporan Bali III - Putaran Ketiga |
|
|
|
![]() Mengikuti Pertemuan Consultative Group Meeting (CGM) KangGURU Indonesia Pemerintah Australia merupakan program yang dibiayai Pemerintah Federal untuk mengurangi tingkat kemiskinan di negara-negara berkembang termasuk diantaranya adalah Indonesia. Program bantuan Australia untuk Indonesia bertujuan untuk mendukung kepentingan nasional Australia dengan membantu Indonesia mengurangi tingkat kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkesinambungan. Salah satu proyek kerjasama Kemitraan Australia Indonesia (Australia Indonesia Partnership) yang sudah dirasakan banyak membantu mempererat hubungan kedua negara dan akan segera diakhiri bantuan pendanaannya setelah tahun 2009 adalah Kangguru Indonesia atau disingkat dengan KGI. AusAID sebagai pendonor utama semua program kerja Kangguru Indonesia mengharapkan Kangguru Indonesia untuk mematangkan diri untuk mandiri melalui tahapan proses penghentian pendanaan (Disengagement Strategy) yang akan diberlakukan setelah tahun 2009 mendatang.
Setidaknya itulah gambaran hasil dari pertemuan putaran ketiga Forum Pertemuan Konsultatif para perwakilan Kangguru Indonesia atau 3rd Consultative Group Meeting (3rd CGM) sekaligus Pelatihan (Training) yang dilangsungkan di gedung IALF Denpasar Bali pada tanggal 23 – 31 Oktober 2008 yang baru lalu. Pertemuan yang didukung sepenuhnya bersama oleh IALF (Indonesia Australia Language Foundation) dan Australia Indonesia Partnership (AIP) ini merupakan follow up dari 2 (dua) pertemuan CGM sebelumnya yakni CGM pertama tanggal 12 - 14 Juli 2007 dan CGM kedua tanggal 10 s/d 13 April 2008. Tema yang diusung dalam pertemuan 3rd Consultative Group Meeting (CGM) kali ini adalah persiapan Kangguru Indonesia (KGI) untuk mandiri dengan serangkaian program kerja yang berfokus pada kemampuan mencari sumber pendanaan sendiri dan program kerja yang berkesinambungan selama 1 (satu) tahun sebelum seluruh pendanaan yang menjadi darah segarnya dihentikan oleh AusAID setelah tahun 2009 mendatang. Kangguru Indonesia dan IALF Bantuan ini memperluas dukungan Australia di sektor-sektor utama seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan governance. Bantuan ini sesuai dengan rencana Pemerintah Australia untuk menyalurkan estimasi bantuan sejumlah A$2 milyar untuk pembangunan di Indonesia selama lima tahun mendatang sampai tahun 2010. Australia memiliki komitmen kemitraan yang kontinyu dengan Indonesia untuk melanjutkan usaha pembangunan kembali sejak peristiwa tsunami Samudera Hindia tahun 2004, dan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan jangka panjang. Australia akan terus memusatkan pada penguatan ekonomi dan manajemen keuangan, membangun lembaga demokratis, mempromosikan stabilitas dan keamanan, dan meningkatkan kualitas pelayanan jasa di Indonesia, khususnya di propinsi-propinsi termiskin di wilayah bagian Timur. Perubahan nama dari Kangguru Radio English (KGRE) menjadi Kangguru Indonesia disampaikan oleh Kevin Dalton, Manajer Proyek Kangguru Indonesia dalam sebuah sesi diskusi dalam pertemuan itu. “Kangguru Indonesia tidak lagi berfokus pada siaran Radio yang dipancarkan ke lebih dari 159 RRI di seluruh Indonesia karena memang program kerja Kanguru sangat banyak dan mulai bervariatif, maka perubahan nama Kangguru Indonesia dirasakan tepat karena mencakup berbagai aspek kegiatan Kangguru yang semakin beraneka ragam,” demikian kata Kevin Dalton. Selain mengurus Kangguru Indonesia, I/A/L/F juga mengawasi dan memberikan bimbingan bagi proyek dana bantuan lainnya yang bernama Learning Assistance Program for Islamic Schools - English Language Training for Islamic Schools atau disingkat dengan LAPIS-ELTIS yang juga mendapat sokongan pendanaan yang kuat dari Pemerintah Australian melalui AusAID. English Language Training for Islamic Schools atau ELTIS ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan kemahiran penguasaan Bahasa Inggris dan kemampuan mengajar 750 guru Madrasah Tsanawiyah atau setingkat Sekolah Menengah Pertama yang berasal dari Jawa Timur, Madura dan Nusa Tenggara Barat. ELTIS bekerja sama dengan 2 Universitas Islam di Indonesia, yakni IAIN Sunan Ampel Surabaya dan IAIN Mataram. Kedua kampus ini akan bergantian memberikan pelatihan peningkatan Bahasa Inggris (English Language Upgrading) atau ELU dan kursus Communicative English Language Teacher Training (CELTT) kepada guru guru Madrasah Tsanawiyah dengan dukungan sarana dan prasarana yang sesuai . 3 Program Kangguru dihentikan
Kangguru English Connection Club (KGCC) merupakan salah satu program kerja Kangguru Indonesia yang pada posisi koordinatornya dipegang oleh Ayu Kusumastuti yang menjabat sebagai ELT Media and Communication Coordinator sejak pertengahan tahun 2008 mengganti Maggy Braddy yang sudah habis masa jabatannya. Pada awalnya setiap klub Bahasa Inggris yang sudah memenuhi syarat tertentu bisa mengajukan application untuk bergabung dalam KGCC ini. Hal ini dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan yang sangat matang dari Kangguru Indonesia karena menyangkut anggota yang sudah dibina oleh KGCC untuk waktu yang lama. Beberapa klub Bahasa Inggris yang sudah registered dengan KGCC tetapi tidak mengirimkan umpan balik dalam bentuk CARS (Club Activity Report- Red), maka status keanggotannya akan dihentikan dan dianggap mengundurkan diri. sedikit demi sedikit klub Bahasa Inggris yang sudah lama bergabung dalam KGCC mulai berguguran dan ada yang tidak lagi melanjutkan kontak dengan koordinator KGCC. Namun sejak mulai diberlakukannya proses disengagement maka Kangguru Indonesia melakukan restukturisasi keanggotaan KGCC dari ratusan kini menjadi hanya tersisa 60 (Enam puluh) Klub Bahasa Inggris saja. Kini Kangguru Indonesia sudah tidak mau lagi menerima applikasi klub klub Bahasa Inggris yang akan bergabung dalam KGCC. Ketiga program Kangguru itulah yang akan segera dihentikan setelah tahun 2008 mendatang ini. Memang sangat disayangkan pada saat Kangguru Indonesia mulai menunjukkan arah yang benar dan semakin banyaknya pihak radio swasta yang berniat merelay kangguru bekerja sama dengan RRI mulai bermunculan dan aktifitas para pelajar yang mulai menggemari bahasa Inggris melalui RRI sudah mulai menyala, kegiatan ini harus berhenti sampai disini.
Program mandiri yang dimaksud di sini adalah bagaimana Kangguru Indonesia mampu survive dengan pendanaan dan dukungan keuangan yang mungkin zero amount alias tidak mendapat sokongan apapun. Mampukah kangguru Indonesia bertahan tanpa dukungan keuangan yang menjadi syarat keberlangsungan suatu program kerja?. Jawabannya adalah Kangguru Indonesia harus mampu mempersiapkan diri kearah disengagement itu yang sudah dimulai sejak hari ini. Mendukung kegiatan-kegiatan LAPIS, ISELP dan AVI di seluruh Indonesia dengan bahan-bahan pengajaran, majalah, loka karya guru dan kunjungan-kunjungan. Pembentukan sebuah jaringan pemandu radio interaktif berbahasa Inggris pada pertengahan tahun 2005. Jaringan ini telah beranggotakan 12 orang yang bekerja di stasiun-stasiun radio terutama di Jawa Timur dan Indonesia Bagian Timur. Namun entah kenapa AusAID berinisiatif menghentikan pendanaan bagi KangGURU Indonesia hingga bulan Desember 2009 mendatang ini. Kangguru Indonesia sudah mendapat pemberitahuan resmi mengenai rencana penghentian pendanaan (disengagement) dari AusAID dan sudah menyiapkan beberapa program kerja yang berusaha untuk tetapi dipertahankan dengan atau tanpa pendanaan dari AusAID diantaranya adalah Majalah Kangguru, Workshop and teaching materials. Dalam proses vote dari seluruh peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ayu Kusumastuti , Gayatri, Kevin, Made, Sue Rodger dari KangGURU, sedangkan dari perwakilan KGI Indonesia hadir dalam formasi lengkap yakni Asep (Pontianak), Keiko (Semarang) Wibowo (Medan), Ririn (Jakarta) Suryadi (Madura), Fadil (Mataram), Syahrir (Makasar). Masing masing peserta menguraikan minimal 3 (tiga) program kerja dan apa alasannya mereka memilih itu untuk seterusnya diinventarisir dalam sebuah pemungutan suara. Hasil dari pemilihan suara ala pemilu Amerika itu menghasilkan skor :
Bersumbang eh bersambung klik di sini
|
Arsip Ucapan
Asep Twitter
Breaking News
|










