Breaking News

 
Informasi Terhangat dan Terbaru dari kota Pontianak juga bisa anda dapatkan dari website ini.  Saksikan dan ikuti  terus perkembangannya.  Salam hangat dari Pontianak, Kalimantan Barat

Laporan Bali III - Putaran Ketiga PDF Print E-mail



Mengikuti Pertemuan Consultative Group Meeting (CGM) KangGURU Indonesia
23-31 Oktober 2008, Gedung Indonesia Australia Language Foundation (I/A/L/F), Bali

*
Lepas dari AusAID , Siapkan Program Mandiri

Laporan Asep Haryono

Pemerintah Australia merupakan program yang dibiayai Pemerintah Federal untuk mengurangi tingkat kemiskinan di negara-negara berkembang termasuk diantaranya adalah Indonesia. Program bantuan Australia untuk Indonesia bertujuan untuk mendukung kepentingan nasional Australia dengan membantu Indonesia mengurangi tingkat kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkesinambungan. Salah satu proyek kerjasama Kemitraan Australia Indonesia (Australia Indonesia Partnership) yang sudah dirasakan banyak membantu mempererat hubungan kedua negara dan akan segera diakhiri bantuan pendanaannya setelah tahun 2009 adalah Kangguru Indonesia atau disingkat dengan KGI. AusAID sebagai pendonor utama semua program kerja Kangguru Indonesia mengharapkan Kangguru Indonesia untuk mematangkan diri untuk mandiri melalui tahapan proses penghentian pendanaan (Disengagement Strategy) yang akan diberlakukan setelah tahun 2009 mendatang.
Laporan Asep Haryono. Bali

 


DENGAN STAF RADIO AUSTRALIA : Di acara jamuan makan siang dengan para petinggi Indonesia Australia Language Foundation (I/A/L/F) Jakarta, Perwakilan dari Radio Australia, dan para stakeholder KangGuru, saya berkesempatan foto bareng dengan Priya Powel dari Radio Australia. Dia makan salad lengkap, saya mah buah buahan aja. Sehat khan. (Halah padahal udah melahap sepiring prasmanan lunch tu. Hayoo ngaku aja) di ruang Perpustakaan IALF Denpasar Bali (27/11). Photo by Ayu K/KangGURU

Setidaknya itulah gambaran hasil dari pertemuan putaran ketiga Forum Pertemuan Konsultatif para perwakilan Kangguru Indonesia atau 3rd Consultative Group Meeting (3rd CGM) sekaligus Pelatihan (Training) yang dilangsungkan di gedung IALF Denpasar Bali pada tanggal 23 – 31 Oktober 2008 yang baru lalu. Pertemuan yang didukung sepenuhnya bersama oleh IALF (Indonesia Australia Language Foundation) dan Australia Indonesia Partnership (AIP) ini merupakan follow up dari 2 (dua) pertemuan CGM sebelumnya yakni CGM pertama tanggal 12 - 14 Juli 2007 dan CGM kedua tanggal 10 s/d 13 April 2008. Tema yang diusung dalam pertemuan 3rd Consultative Group Meeting (CGM) kali ini adalah persiapan Kangguru Indonesia (KGI) untuk mandiri dengan serangkaian program kerja yang berfokus pada kemampuan mencari sumber pendanaan sendiri dan program kerja yang berkesinambungan selama 1 (satu) tahun sebelum seluruh pendanaan yang menjadi darah segarnya dihentikan oleh AusAID setelah tahun 2009 mendatang.

Kangguru Indonesia dan IALF
Australia dan Indonesia telah menjadi mitra pembangunan selama bertahun-tahun, dan memiliki hubungan kuat yang telah dijalin semenjak tahun 1950-an. Melalui AusAID, program bantuan luar negeri Pemerintah Australia di Indonesia akan mengalokasikan estimasi dana Bantuan Pembangunan Resmi sejumlah A$462 juta (Rp 3,6 triliun) untuk tahun 2008-09.

Bantuan ini memperluas dukungan Australia di sektor-sektor utama seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan governance. Bantuan ini sesuai dengan rencana Pemerintah Australia untuk menyalurkan estimasi bantuan sejumlah A$2 milyar untuk pembangunan di Indonesia selama lima tahun mendatang sampai tahun 2010. Australia memiliki komitmen kemitraan yang kontinyu dengan Indonesia untuk melanjutkan usaha pembangunan kembali sejak peristiwa tsunami Samudera Hindia tahun 2004, dan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan jangka panjang. Australia akan terus memusatkan pada penguatan ekonomi dan manajemen keuangan, membangun lembaga demokratis, mempromosikan stabilitas dan keamanan, dan meningkatkan kualitas pelayanan jasa di Indonesia, khususnya di propinsi-propinsi termiskin di wilayah bagian Timur.

Perubahan nama dari Kangguru Radio English (KGRE) menjadi Kangguru Indonesia disampaikan oleh Kevin Dalton, Manajer Proyek Kangguru Indonesia dalam sebuah sesi diskusi dalam pertemuan itu. “Kangguru Indonesia tidak lagi berfokus pada siaran Radio yang dipancarkan ke lebih dari 159 RRI di seluruh Indonesia karena memang program kerja Kanguru sangat banyak dan mulai bervariatif, maka perubahan nama Kangguru Indonesia dirasakan tepat karena mencakup berbagai aspek kegiatan Kangguru yang semakin beraneka ragam,” demikian kata Kevin Dalton.
Kangguru Indonesia adalah salah satu program kerja atau proyek kerja yang sepenuhnya disubsidi dan didanai oleh the Australian Government’s Overseas Aid Program (AusAID) yang berpusat di kota Canberra melalui perwakilan resmi AusAID di Jalan H.R Rasuna Said di Jakarta. Sedangkan Indonesia Australia Language Foundation (I/A/L/F) diberi kepercayaan untuk memanage aktifitas beragam Kangguru Indonesia dengan misi utamanya adalah menyediakan dukungan sarana dan prasarana pelatihan kebahasaan, dan jasa konsultasi di wilayah Indonesia pada khususnya dan wilayah Asia Pasifik pada umumnya.

Oleh karena itu I/A/L/F akan selalu menyumbangkan darma bakti dan akan memainkan peranan pentingnya menyumbangkan pertumbuhan ekonomi, sosial dan pengembangan kebudayaan dengan tetap mengedepankan prinsip saling menghargai perbedaan dan meningkatkan pemahaman dan kesadaran bersama antara rakyat Indonesia dengan negara negara yang menjadi tetangganya. IALF (biasanya ditulis dengan I/A/L/F-red) dibangun dibawah kerjasama Memorandum Of Understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Australia dan diawasi sepenuhnya oleh sebuah dewan setingkat gubernur. IALF sendiri saat ini melatih tidak kurang dari 800 siswa penuh waktu dan tidak kurang dari 6000 siswa paruh waktu yang studi di Australia, dan selama lebih dari 25 tahun terus mengembangkan diri membangun reputasi yang mengagumkan terutama di sektor Pendidikan yang menjadi salah satu andalannya di bidang pelatihan kebahasaan di wilayah Asia Tenggara.
The Indonesia Australia Language Foundation atau (I/A/L/F) adalah sebuah organisasi kepelatihan kebahasaan terkemuka yang ada di Indonesia. I/A/L/F dibangun bersama dan merupakan kemitraan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Australia, dan merupakan organisasi nir-laba yang berkomitmen kuat menyediakan sarana dan prasarana dukungan bagi pendidikan dan pelatihan yang berkualitas bagi Indonesia dan juga seluruh wilayah Pasific Asia.

Selain mengurus Kangguru Indonesia, I/A/L/F juga mengawasi dan memberikan bimbingan bagi proyek dana bantuan lainnya yang bernama Learning Assistance Program for Islamic Schools - English Language Training for Islamic Schools atau disingkat dengan LAPIS-ELTIS yang juga mendapat sokongan pendanaan yang kuat dari Pemerintah Australian melalui AusAID. English Language Training for Islamic Schools atau ELTIS ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan kemahiran penguasaan Bahasa Inggris dan kemampuan mengajar 750 guru Madrasah Tsanawiyah atau setingkat Sekolah Menengah Pertama yang berasal dari Jawa Timur, Madura dan Nusa Tenggara Barat.

ELTIS bekerja sama dengan 2 Universitas Islam di Indonesia, yakni IAIN Sunan Ampel Surabaya dan IAIN Mataram. Kedua kampus ini akan bergantian memberikan pelatihan peningkatan Bahasa Inggris (English Language Upgrading) atau ELU dan kursus Communicative English Language Teacher Training (CELTT) kepada guru guru Madrasah Tsanawiyah dengan dukungan sarana dan prasarana yang sesuai .

3 Program Kangguru dihentikan
Dalam pertemuan Konsultatif ke 3 Forum CGM tersebut , Geoffrey Crewes, CEO I/A/L/F mengatakan bahwa AusAID sebagai lembaga yang menjadi tulang punggung seluruh program kerja Kangguru Indonesia secara bertahap akan memangkas pendanaannya dalam suatu srategi “pemisahan” program kerja Kangguru Indonesia dari IALF. Proses yang kemudian dikenal dengan sebutan Disengagement Strategy ini memutus 3 (tiga) mata rantai kegiatan penting dan utama Kangguru Indonesia yakni :

  1. Kangguru English Connection Club (KGCC)
  2. Teacher Network
  3. Interactive Radio Presenters Network

Kangguru English Connection Club (KGCC) merupakan salah satu program kerja Kangguru Indonesia yang pada posisi koordinatornya dipegang oleh Ayu Kusumastuti yang menjabat sebagai ELT Media and Communication Coordinator sejak pertengahan tahun 2008 mengganti Maggy Braddy yang sudah habis masa jabatannya. Pada awalnya setiap klub Bahasa Inggris yang sudah memenuhi syarat tertentu bisa mengajukan application untuk bergabung dalam KGCC ini. Hal ini dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan yang sangat matang dari Kangguru Indonesia karena menyangkut anggota yang sudah dibina oleh KGCC untuk waktu yang lama. Beberapa klub Bahasa Inggris yang sudah registered dengan KGCC tetapi tidak mengirimkan umpan balik dalam bentuk CARS (Club Activity Report- Red), maka status keanggotannya akan dihentikan dan dianggap mengundurkan diri. sedikit demi sedikit klub Bahasa Inggris yang sudah lama bergabung dalam KGCC mulai berguguran dan ada yang tidak lagi melanjutkan kontak dengan koordinator KGCC. Namun sejak mulai diberlakukannya proses disengagement maka Kangguru Indonesia melakukan restukturisasi keanggotaan KGCC dari ratusan kini menjadi hanya tersisa 60 (Enam puluh) Klub Bahasa Inggris saja. Kini Kangguru Indonesia sudah tidak mau lagi menerima applikasi klub klub Bahasa Inggris yang akan bergabung dalam KGCC.

Teacher Network merupakan salah satu program kerja Kangguru Indonesia yang menjadi wadah untuk koordinasi saling tukar pikiran, informasi dan berbagi pengalaman antara guru Bahasa Inggris dalam binaan Kangguru Indonesia melalui jaringan internet untuk tetap stay connected salah satunya adalah melalui mailing list. Banyak manfaat yang berhasil dimanfaatkan oleh para guru dalam Teacher Network ini diantaranya adalah kontak invididu dan proses belajar melalui media dunia maya (e-learning) yang bisa membuka mata para guru Indonesia betapa pentingnya Internet untuk mendukung pertukaran informasi para guru di seluruh Indonesia.
English language Interactive Radio Presenter Networks juga akan dihentikan programnya dari daftar Kangguru Indonesia. Rata rata semua RRI di seluruh Indonesia yang menyiarkan program radio Kangguru memiliki Presenter radio masing masing. Keunikan dan kepiawaian presenter dalam mengolah materi siaran Kangguru yang berdurasi hanya 20 (duapuluh) menit dan mengemasnya dalam kegiatan interaktif dan melibatkan peran aktif para pendengarnya sangat disukai oleh Kangguru Indonesia.
Atas dasar itulah maka para Radio Presenter tersebut dibuatkan semacam wadah atau paguyuban para penyiar radio Kangguru di seluruh RRI yang tergabung dalam English Language Interactive Radio Presenter. Dalam jejaring network inilah para prsenter dapat saling bertukar kreatifitas dalam mengemas program radio Kangguru di Radionya masing masing.

Ketiga program Kangguru itulah yang akan segera dihentikan setelah tahun 2008 mendatang ini. Memang sangat disayangkan pada saat Kangguru Indonesia mulai menunjukkan arah yang benar dan semakin banyaknya pihak radio swasta yang berniat merelay kangguru bekerja sama dengan RRI mulai bermunculan dan aktifitas para pelajar yang mulai menggemari bahasa Inggris melalui RRI sudah mulai menyala, kegiatan ini harus berhenti sampai disini.


Program Mandiri
Tujuan utama program radio KangGURU tersebut adalah untuk mendukung hubungan Australia-Indonesia yang positif dengan meningkatkan pemahaman antar budaya. Program ini juga menitikberatkan kepada masalah-masalah pembangunan dan membantu menyebarkan informasi bagaimana AusAID berkarya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia di daerah.Program ini membantu masyarakat yang memiliki tingkat pemahaman bahasa Inggris dasar-menengah hingga pra-madya untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka dalam bahasa Inggris. Program ini juga meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai Australia, termasuk informasi mengenai program kerja sama pembangunan Australia dengan Indonesia.

Program mandiri yang dimaksud di sini adalah bagaimana Kangguru Indonesia mampu survive dengan pendanaan dan dukungan keuangan yang mungkin zero amount alias tidak mendapat sokongan apapun. Mampukah kangguru Indonesia bertahan tanpa dukungan keuangan yang menjadi syarat keberlangsungan suatu program kerja?. Jawabannya adalah Kangguru Indonesia harus mampu mempersiapkan diri kearah disengagement itu yang sudah dimulai sejak hari ini.
Peranan Kangguru Indonesia memang semakin banyak disukai oleh berbagai kalangan masyarakat sejak saat ini. Sebagai contoh misalnya kini banyak sekolah dan guru di Indonesia yang menggunakan program radio KangGURU sebagai sumber pelajaran di kelas, KangGURU sekarang memproduksi materi berkualitas untuk pelajaran membaca dan mendengar bagi para guru dan pelajar bahasa Inggris. Lebih dari 15.000 pembaca menerima majalah KangGURU empat kali setahun. Majalah tersebut juga dikirim ke lebih dari 800 lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.
Banyak sudah pencapaian dan prestasi yang berhasil ditoreh Kangguru Indonesia sejak 2001, Kangguru Indonesia telah menjalankan lokakarya guru untuk lebih dari 3000 guru bahasa Inggris mengenai cara untuk menggunakan Paket Guru Kang Guru. Bahan-bahan KGI (buku tulis, pena, pensil, majalah) disediakan bagi wilayah-wilayah yang terkena bencana tsunami di Nias, Aceh dan Lhokseumawe pada bulan Januari/Februari 2005 (bekerja sama dengan LAPIS).

Mendukung kegiatan-kegiatan LAPIS, ISELP dan AVI di seluruh Indonesia dengan bahan-bahan pengajaran, majalah, loka karya guru dan kunjungan-kunjungan. Pembentukan sebuah jaringan pemandu radio interaktif berbahasa Inggris pada pertengahan tahun 2005. Jaringan ini telah beranggotakan 12 orang yang bekerja di stasiun-stasiun radio terutama di Jawa Timur dan Indonesia Bagian Timur. Namun entah kenapa AusAID berinisiatif menghentikan pendanaan bagi KangGURU Indonesia hingga bulan Desember 2009 mendatang ini.

Kangguru Indonesia sudah mendapat pemberitahuan resmi mengenai rencana penghentian pendanaan (disengagement) dari AusAID dan sudah menyiapkan beberapa program kerja yang berusaha untuk tetapi dipertahankan dengan atau tanpa pendanaan dari AusAID diantaranya adalah Majalah Kangguru, Workshop and teaching materials.

Dalam proses vote dari seluruh peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ayu Kusumastuti , Gayatri, Kevin, Made, Sue Rodger dari KangGURU, sedangkan dari perwakilan KGI Indonesia hadir dalam formasi lengkap yakni Asep (Pontianak), Keiko (Semarang) Wibowo (Medan), Ririn (Jakarta) Suryadi (Madura), Fadil (Mataram), Syahrir (Makasar). Masing masing peserta menguraikan minimal 3 (tiga) program kerja dan apa alasannya mereka memilih itu untuk seterusnya diinventarisir dalam sebuah pemungutan suara. Hasil dari pemilihan suara ala pemilu Amerika itu menghasilkan skor :

 

Urutan

Program Kerja

Poin

1

Magazine

28 points

2

Workshops and teaching materials

24 points

3

Radio program

11 votes

4

Website

9 votes

5

Language clubs

4 votes

 


Berdasarkan pada skor tersebut kemudian diurut dari yang memperoleh suara tertinggi (terbesar) hingga kepada skor yang memperoleh suara yang terendah (terkecil), maka di dapat parameter Majalah Kangguru menempati urutan tertinggi (28 poin) sebagai urutan pertama. Disusul kemudian urutan kedua adalah Workshop dan Penyediaan sarana dan prasarana materi Pengajaran (24 Poin) dan urutan ketiga adalah Program Siaran Radio yang berhasil membukukan suara sebanyak 11 poin. Dalam tulisan berikutnya penulis akan memaparkan 3 (tiga) Program kerja utama dari kangguru Indonesia yang akan dipertahankan kelangsungan hidupnya setelah tahun 2009 mendatang yakni Majalah, Workshop dan Program Radio.

 

Bersumbang eh bersambung klik di sini

 

Share/Save/Bookmark
 

Breaking News

 
Informasi Terhangat dan Terbaru dari kota Pontianak juga bisa anda dapatkan dari website ini.  Saksikan dan ikuti  terus perkembangannya.  Salam hangat dari Pontianak, Kalimantan Barat