Breaking News
|

| Laporan Bali VII - Putaran Ketujuh |
|
|
|
![]() Dari Pertemuan Konsultatif KangGURU Indonesia - Putaran Ketujuh 11-14 Juni 2010 di Gedung IALF, Denpasar, Bali Majalah KangGURU Berakhir, Muncul Bulletin Laporan Asep Haryono. Bali
Hubungan Indonesia dan Australia yang pasang surut beberapa waktu yang lalu sedikit demi sedikit mencair dan semakin mesra menuju dua negara yang penuh saling pengertian dengan dinamika masing masing. Indonesia merupakan sahabat penting Australia kini semakin mesra dengan adanya diluncurkannya program AIBEP atau merupakan kepanjangan dari Australia Indonesia Basic Education Program yang sudah banyak dirasakan manfaatnya bagi kedua negara. Di satu sisi Australia sangat berkepentingan dengan pesatnya kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia yang merupakan pasar yang menjanjikan bagi menjamurnya tawaran pendidikan tinggi dan menengah Australi. Sedangkan bagi Indonesia, program AIBEP ini membantu masyarakat kurang mampu menjadi melek Pendidikan dan akses memperoleh infrastruktur pendidikan kini semakin terbuka. KangGURU Indonesia melalui perwakilannya di Indonesia, para Champion , turut menyukseskan program yang dikelola sepenuhnya oleh AIPRD (Australia Indonesia Partnership for Reconstruction and Development ) dengan dana yang bersumber dari pemerintah Australia. Berikut laporannya
Berbagai ide , usulan dan rancangan format Bulletin KangGURU Indonesia ditembakkan oleh semua perwakilan KangGURU Indonesia (Champion –red) dalam diskusi yang berlangsung secara maraton selama 3 hari itu. Berbagai nama unik disampaikan oleh semua Champion, misalnya Saptari Wibowo (Champion Medan) yang mengusulkan nama bulletin KangGURU menjadi KGILA artinya KangGURU Gratis Informative, Learning Resources, Adjustablle. Juga berbagai nama Unik lainnya seperti “The Hatched, The Roo, Edutainment, The KGI Explorer, The Pouch, G’day Mate, Boomerang (Yang ini usulan dariku hehehee-red), KGI doctor , Kokaburra, Just KGI dan masih banyak lagi nama lainnya yang unik, lucu kadang menggelikan. Usulan mengenai format isi Bulletin KangGURU Indonesia juga tidak kalaw serunya dengan bahasan format dan disain grafisnya. Misalnya usulan agar Bulletin KangGURU Indonesia tetap mengutamakan berita dan informasi dari AusAID karena lembaga itulah yang memberikan funding bagi KangGURU Indonesia. Selebihnya usulan agar bulletin KangGURU Indonesia juga berisi tentang teacher corner, student corner, get it right, share dan care material, Biography, Intermezoo, OZ Indo in Nusantara (ini usulannya Syahrir Badulu – red) dan juga KangGURU Jump. “Tidak mungkin aja donk kangGURU Indonesia mendesak Champion berbuat lebih jauh dari sebagai tenaga sukarelawan. Dengan adanya beban mencari radio baru sebanyak 50 ini mau tidak mau seperti pekerjaan. Dan yang namanya pekerjaan tentu ada hak dan kewajibannya. Kewajiban sudah jelas mencari radio swasta 50 buah, namun apa hak Champion di sini kan tidak jelas” kata Syahrir Badulu. Ayah lima orang anak yang baru saja ditinggal wafat orantuanya di Taksimalaya itu menegaskan bahwa peran Tenaga Sukarelawan tidak bisa dilepaskan begitu saja dari tanggung Jawab kangGURU Indonesia terhadap Champion. Dan memang tidak semua propinsi para Champion itu terdapat sekolah AIBEP. “Di Medan tidak ada itu sekolah AIBEP” cetus Saptari Wibowo. Kevin juga menegaskan bahwa hanya ada beberapa Champion yang sudah berinteraski dan meninjau secara langsung sekolah sekolah AIBEP misalnya Suryadi di Madura, Fadel di Mataram , dan saya sendiri. Banyak memang sekolah AIBEP yang berada di Kalimantan Barat, namun kendala geografis menyulitkan untuk peninjauan ke sekolah bantuan dana Pemerintah Australia tersebut. Dari pantauan penulis ketika mendampingi Ogi Yutari ke RRI Sintang, kami sempat mengunjungi salah satu SMP bantuan AIBEP di Sintang, kehadiran sekolah AIBEP sangat membantu masyarakat setempat akan akses Pendidikan.(Asep)
VIDEO KangGURU Indonesia and The Champions 2010 11-14 Juni 2010 |
Arsip Ucapan
Asep Twitter
Breaking News
|









